Masalah aqiqoh tidak bisa dipisahkan dengan kelahiran bayi. Hal yang perlu kita sikapi ketika bayi baru lahir yaitu:
1. Setelah anak lahir, rawatlah sebaik mungkin sesuai dengan petunjuk medis.
2.
Mentahnik (menggosok-gosok tenggorokan) si anak dengan manisan.
Idealnya dengan kurma. Berdasarkan hadits Asma’ binti Abu Bakar
Radhiyallahu Anha, ia berkata,” Tatkala ia mengandung Abdullah bin
Zubair di Makkah. Aku pergi menuju Madinah dan beristirahat di Quba’,
saat itulah aku melahirkan. Kemudian aku membawanya kepada Nabi. Beliau
mengambil bayiku itu lalu meletakkannya di pangkuan beliau. Beliau
meminta kurma. Dan setelah dikunyah, beliau kemudian meludahkannya ke
mulut bayi itu, sehingga yang pertama-tama masuk ke dalam perutnya
ialah ludah Rasulullah. Selanjutnya, beliau menggosokkan tenggorokan bayi itu dengan kurma. Kemudian beliau mendoakan dan memberkatinya.” (HR. Bukhori Muslim)
3.
Dianjurkan untuk mengumandangkan adzan di telinga kanan si anak, dan
mengumandangkan iqamat di telinga kirinya. Hal itu berdasarkan hadits
Abu Rafi’ Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adzan di telinga Husain bin Ali ketika ia baru saja dilahirkan oleh Fatimah, seperti adzan shalat.” (HR. Abu Daud)
(Dokumen Fiqih Menjawab)
No comments:
Post a Comment