Para Fuqoha sepakat bahwa hewan yang dapat digunakan untuk aqiqoh adalah sama dengan hewan kurban.
Agar
dalam menyembelih dan mengolah hewan aqiqoh sesuai dengan tujuan dan
sesuai juga dengan petunjuk syariat maka di bawah ini disampaikan
beberapa petunjuk, antara lain:
1. Dalam menyembelih hewan aqiqoh, niatilah untuk aqiqoh dan dengan menyebut nama Alloh swt. Misalnya:
بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَإِلَيْكَ وَعَقِيْقَةَ......
Artinya
“Dengan menyebut nama Alloh, Allohumma ya Alloh, kambing ini dariMu dan
kuhaturkan kepadaMu dan demikian pula aqiqoh ini dari si....(sebut nama anak yang disembelihkan aqiqoh).”
2.
Menurut pandangan yang shahih, dianjurkan memasak hewan akikah dengan
menggunakan manisan (dimasak dengan rasa agak manis), agar akhlak si
anak menjadi manis.
Menurut imam Asy-Syafi’I sebaiknya daging
hewan yang dimasak diantarkan kepada orang-orang fakir miskin. Tetapi
juga tidak apa-apa jika mengundang atau menghadirkan mereka.
3. Waktu menyembelih yang lebih utama ketika matahari terbit dan rambut anak dipotong sebelum hewan aqiqoh disembelih. (Kifayatul Ahyar).
(Dokumen Fiqih Menjawab)
No comments:
Post a Comment